RAGAMWARTA – Janji Bupati tak kunjung ditepati, warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong turun kejalan. Mereka melakukan aksi di depan Pendapa dengan membentangkan poster berisi tuntutan ke Bupati Trenggalek.
Lima keluarga yang memiliki tujuh petak lahan asal Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan ini melakukan aksi turun kejalan karena merasa nilai ganti rugi atas pembebasan lahan pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bagong, tidak layak.
Baca juga : Ringkus Jaringan Pengedar Sabu, Polres Trenggalek Amankan Barang Bukti 400 Gram
Seperti yang diterangkan oleh Koordinator Aksi, Agung Susilo bahwa harga yang telah ditetapkan jauh dari kata layak. Oleh sebab itu, pihaknya minta harga pembebasan lahan bisa lebih layak dan manusiawi.
Tidak hanya itu dalam aksinya yang digelar bersama ahli warisnya tersebut, warga terdampak PSN Bendungan Bagong juga menagih janji Bupati Trenggalek. Menurut mereka bahwa Bupati Trenggalek dulu pernah berkata harga pembebasan tanah bisa naik tiga kali lipat.
Baca juga : Basmi Balap Liar, Polres Trenggalek Amankan 67 Kendaraan Bermotor
Dalam kesempatan ini, Agung juga menyampaikan beberapa tuntutan warga terdampak. Diantaranya tukar menukar kawasan hutan, pemenuhan fasilitas sosial hingga relokasi makam. Selain itu, pihaknya juga menagih kebijakan Pemerintah Daerah terhadap rencana prioritas Sumber Data Manusia pasca pelaksanaan PSN Bendungan Bagong.






