RAGAMWARTA – Diguyur hujan lebat dan diterpa angin kencang, atap salah satu bangunan SMPN 3 Munjungan roboh. Robohnya atap bangunan diduga karena kondisi kayu yang sudah lapuk. Beruntung kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Untung saja pada kejadian ini tidak ada korban, sebab robohnya atap diketahui sebelum jam masuk sekolah,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Camat Munjungan Yusuf Widharto saat dikonfirmasi secara terpisah, Rabu, (11/8/2022).

Menurut penuturan Yusuf, yang mengetahui pertama kali bangunan kelas SMPN 3 Munjungan ambruk adalah penjaga sekolah saat memulai aktivitas pagi sekitar pukul 05.00. Menurut pengakuannya, pukul 02.00 WIB sempat dilakukan pengecekan, namun atap ruang kelas tersebut belum roboh.
“Jadi robohnya atap ruang kelas itu terjadi Selasa, (10/8/2022) antara pukul 02.00 hingga pukul 03.00, dan setelah mengetahui hal tersebut penjaga sekolah langsung melapor,” tambahnya.
Walaupun salah satu bangunan kelas ambruk, namun hal tersebut tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Sebab proses KBM di ruang kelas yang biasanya digunakan siswa kelas VIIA sudah dipindah, tatkala menyadari kondisi atap yang lapuk.
“Ruang kelas yang ambruk berada dalam satu bangunan dengan kelas VIIB dan ruang seni. Namun kerusakan terjadi hanya pada satu ruangan sehingga dua ruangan lain masih aman,” tutur pria yang saat ini masih menjabat sebagai Kabid Perdagangan Diskomidag Trenggalek ini.
Sementara itu, berdasarkan pengecekan petugas di lokasi, terlihat genting dan kayu penyangga atap jatuh ke lantai di dalam kelas. Ambruknya atap itu terlihat di hampir seluruh ruangan kelas. Demi keamanan, pihak kepolisian memasang police line di sepanjang area kelas yang atapnya ambruk.
Agar segera mendapat penanganan, Pemerintah Kecamatan dan pihak Sekolah juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek.
“Berdasarkan informasi yang kami terima sebenarnya perbaikan ruang kelas itu sudah dianggarkan tahun 2023, namun sebelum diperbaiki, ternyata atap bangunan sudah ambruk lebih dulu,” pungkas Plt. Camat Munjungan.






