Bulog Trenggalek Optimis Serapan Beras Terealisasi 3 Ribu Ton

Rabu, 12 April 2023 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambaran suasana Gudang Bulog Karangsuko Trenggalek, foto (istimewa)

Gambaran suasana Gudang Bulog Karangsuko Trenggalek, foto (istimewa)

RAGAM WARTA – Warga Trenggalek tak perlu cemas hadapi kenaikan harga harga pangan jelang lebaran. Pasalnya Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Tulungagung, Jawa Timur terus optimalisasi serapan gabah maupun beras.

Menurut Adi Sumasto Saputro selaku Kepala Gudang Bulog Karangsuko Trenggalek bahwa pihaknya terus berupaya memenuhi stok gabah dan beras hasil panen petani. Upaya ini dilakukan agar cadangan beras di gudang tetap tercukupi.

“Target sebanyak mungkin. Selama ada panen raya, kami akan terus tampung. Jika perlu sampai penuh. Hal Ini kita lakukan agar stok beras hingga lebaran nanti tetap aman,” ungkap Andi Sumanto, Rabu (12/4/2023).

Dijelaskan Adi, mulai panen raya pada pertengahan Maret hingga saat ini, serapan beras dari petani di wilayah Trenggalek tercatat mencapai 650 ton beras. Sementara itu 50 ton di antaranya telah didistribusikan untuk bantuan sosial pangan.

Bahkan serapan beras masih akan terus bertambah, mengingat panen raya baru dimulai. Pihaknya menargetkan minimal sarapan bisa memenuhi isi gudang yakin sekitar 3000 ton.

“Kalau soal target dari itu kebijakan kantor cabang, namun kalau berkaca dari serapan tahun lalu lebih dari 2 ribu ton beras,” ujarnya.

Bahkan untuk memenuhi realisasi tersebut, pihaknya menggandeng mitra kerja yang melakukan serapan beras hingga menjamah luar daerah.

Adapun dalam menyerap beras terdapat beberapa syarat dan ketentuan. Mulai dari derajat sosoh minimum 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimum 20 persen dan butir menir maksimum dua persen.

“Jadi kami ambil dari mitra dan mitra tidak hanya mengambil dari Trenggalek. Ada yang dari luar daerah seperti Ngawi dan Nganjuk. Tergantung mana yang panen duluan,” tegasnya.

Sementara untuk harganya sekarang mencapai Rp 9.950 per kilogram. Harga tersebut naik dari yang sebelumnya Rp8.300 per kilogram. Ketentuan tersebut sesuai HPP (harga pembelian pemerintah).

Kepala Gudang Bulog Karangsuko Trenggalek ini juga optimis jika pihaknya mampu merealisasikan target serapan beras dalam musim panen raya kali ini. Bahkan Adi yakin jika harus bersaing dengan swasta atau tengkulak.

“Kita memang kalah sama swasta soal cek kualitas, karena di kita ada standar yang harus dipenuhi. Tapi Bulog menang di pencairan saat penyerapan. Biasanya kalau di swasta naruh barang, bayarnya tempo. Bahkan bisa beberapa hari atau bahkan beberapa pekan. Namun kalau kita di Bulog barang masuk, langsung dibayar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru