RagamWarta.com – Setiap manusia mengalami kelahiran sekali saja yang disebut dengan wadl’iy. Sedangkan Nabi Muhammad tidak hanya mengalami kelahiran wadl’iy tapi juga kelahiran haqiqi. Hal ini termuat dari kitab Barzanji karangan Sayyid Ja’far Al Barzanji.
Ia dilahirkan pada hari Kamis di awal bulan Zulhijjah tahun 1126 H (1711 M) di Madinah Al-Munawwarah. Sedangkan wafatnya pada hari Selasa (selepas Ashar) 4 bulan Sya’ban tahun 1177 H (1766 M) di Kota Madinah. Yang kemudian beliau dimakamkan di pemakaman yang bernama Jannatul Baqi.
Sebagaimana diketahui Nabi Muhammad terlahir pada bulan Rabi’ul Awal (12) Tahun Gajah atau 20 April tahun 571 M.
“Arti Rabi’itu bagus atau gemah ripah. Rabi’ juga berarti orang (wajhu rabi’). Sehingga berarti orang yang bagus. Pada tanggal 12 itulah yang dinamakan wadl’iy,” ungkapan Almarhum Syaikh Maimun Zubair.
Diperlengkap penjelasannya bahwa setiap manusia mengalami kelahiran wadl’iy ini. Namun Nabi Muhammad tidak hanya terlahir secara wadl’iy. Beliau juga terlahir secara Haqiqi, yaitu terlahirnya nur Muhammad.
Nur Muhammad terlahir bersamaan dengan sebab kumpulnya sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah. Dimana saat itu Nur Muhammad berpindah dari Sayyid Abdullah ke rahim Sayyidah Aminah.
“Ketika Nur Muhammad berpindah Sayyid Abdullah merasakan kehampaan. Peristiwa ini tiada yang pernah mengalami. Bahkan saat Imam Syafi’i atau Syaikh Abdul Qadir Jaelani sekalipun,” pungkas Almarhum Syaikh Maimun Zubair mengajak memperdalam Kitab Barzanji.






