Ragamwarta – Mempunyai banyak teman atau relasi merupakan salah satu keberhasilan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bukan karena memiliki suatu pencapaian, namun karena tertanam rasa menghargai dalam pribadi.
Namun perlu di waspadai, saat berkomunikasi dengan lawan bicara, jangan sampai apa yang kita ucapkan membuat orang lain risih. Sehingga bisa menimbulkan rasa kecewa dan rasa marah.
Jika itu terjadi pada diri kita, kita perlu berintropeksi diri dengan maksud supaya kita terhindar dari gangguan Kepribadian narsistik.
Gangguan kepribadian narsistik merupakan salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. Mereka juga hampir selalu merasa lebih baik dibandingkan orang lain.
Selain itu, pengidapnya selalu membanggakan pencapaiannya, padahal itu adalah hal yang biasa saja. Pengidap narsistik juga biasanya memiliki tingkat empati yang rendah kepada orang lain.
Adapun ciri – ciri gangguan kepribadian narsistik yang paling dominan
1. Butuh Pengakuan dari Orang lain
Pengidap Narsistik biasanya membutuhkan validasi atau pengakuan dari orang lain untuk dianggap paling istimewa dan paling hebat. Sedangkan kita tahu kehebatan indikatornya tidak dengan pujian atau pengakuan orang lain tetapi bisa dari pencapaian, dan prestasi.
2. Merasa Paling Benar
Mereka pengidap gangguan Narsistik biasanya merasa paling benar jadi kalau pendapatnya ada orang lain tidak setuju mereka akan memanipulasi, mencari kesalahan lawan bicara, dan mencari pembenaran dari pendapatnya.
Melansir halodoc, jika kita atau mungkin orang disekitar kita mengalaminya, berikut cara agar kita terhindar atau meminimalisir sikap kita agar terhindar dari gangguan kepribadian tersebut.
1. Pahami dan Sadari
Mengetahui tanda-tanda gangguan ini adalah langkah pertama dalam mencegahnya. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi risiko pada diri sendiri atau orang lain.
2. Refleksi Diri
Seringkali, pengidap kondisi ini sulit untuk melakukan introspeksi. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin merefleksikan tindakan dan perasaan diri sendiri. Pertanyakan motif dan niat di balik tindakanmu.
3. Belajar Berempati
Latih kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Hal ini bisa sangat membantu kamu untuk lebih peduli terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, bukan hanya diri sendiri.
4. Hindari Perilaku Merendahkan
Usahakan untuk tidak mengkritik atau merendahkan orang lain secara terus-menerus. Cobalah untuk berkomunikasi dengan cara yang menghormati dan mendukung orang lain.
5. Terbuka Terhadap Kritikan
Terima kritik dengan pikiran terbuka dan gunakan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan belajar. Tidak selalu benar, dan menerima masukan dari orang lain dapat membantu kamu mengembangkan kepribadian yang lebih seimbang.






