29 Februari 2024 Tahun Kabisat ? Berikut Ulasannya

Rabu, 28 Februari 2024 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi Tanggal 29 Februari dalam tahun Kabisat

Foto : Ilustrasi Tanggal 29 Februari dalam tahun Kabisat

Ragamwarta.com – Ada yang menarik di Tahun 2024. Jika bulan Februari yang biasa kita tahu tertanggal sampai 28. Kini di Tahun 2024, bulan Februari mengalami penambahan satu hari menjadi 29.

Fenomena penambahan satu hari tersebut dikenal dengan istilah tahun Kabisat.

Apa yang di maksud tahun kabisat dan bagaimana cara mengetahuinya ?

Melansir situs thoughtco, tahun kabisat adalah tahun dengan 366 hari, bukan 365 hari seperti biasanya. Tahun kabisat diperlukan karena panjang sebenarnya satu tahun hampir 365,25 hari, bukan 365 hari seperti yang biasa dinyatakan.

Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, dan tahun yang habis dibagi empat (misalnya tahun 2020) memiliki 366 hari. Hari ekstra ini ditambahkan ke kalender pada tanggal 29 Februari.

Sederhananya dalam satu tahun tidak secara persis berjumlah 365 hari. Ada 365 hari lebih 5 jam 48 dan menit. Sehingga setiap 4 tahun sekali akan kekurangan sekitar 23 jam 15 menit. Sehingga setiap 4 tahun sekali ditambahkan 1 hari, yaitu tanggal 29 Februari.

Oleh karen itu tujuan melakukan penambahan satu hari adalah untuk menyesuaikan penanggalan dengan tahun astronomi. Karena dalam setiap tahun tidak genap berjumlah 365 hari, namun 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik.

Apa akibatnya jika tidak ada penambahan satu hari ?

Jawabannya, kebijakan tersebut terpaksa di lakukan, karena jika tidak ada penambahan satu hari, maka penanggalan masehi berpotensi kurang lengkap. Oleh sebab itu, dibutuhkan penambahan satu hari yang diputuskan empat tahun sekali.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB