Kebakaran Hutan di Trenggalek Capai 10,5 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Saat BPBD Trenggalek berusaha padamkan api yang membakar wilayah Panggul

Ilustrasi. Saat BPBD Trenggalek berusaha padamkan api yang membakar wilayah Panggul

RagamWarta.com – Musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya memicu peningkatan kejadian kebakaran hutan di Trenggalek.

Hingga Sabtu (25/7/2026), BPBD Trenggalek mencatat empat kejadian karhutla di empat kecamatan dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 10,5 hektare.

Selain karhutla, BPBD juga memKebakaran Hutan di Trenggalekantau dampak kekeringan yang telah menjangkau lima kecamatan dan sembilan desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini membuat BPBD Trenggalek meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Data ini sejalan dengan meningkatnya kejadian karhutla di Jawa Timur pada periode kemarau tahun ini.

Empat Kecamatan di Trenggalek Alami Karhutla

Berdasarkan data BPBD Trenggalek, kebakaran lahan terjadi di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan (9 Juli), Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan (10 Juli), Desa Gayam, Kecamatan Panggul (13 Juli), dan Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari (24 Juli).

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Admono mengatakan seluruh kejadian berhasil ditangani bersama tim gabungan sehingga api tidak meluas ke wilayah lain.

“Selama musim kemarau masyarakat kami minta meningkatkan kewaspadaan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar ataupun membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi saat ini sangat kering dan mudah terbakar,” ujarnya.

Triadi menjelaskan, sebagian besar lahan yang terbakar didominasi rumpun bambu, pohon sono, dan semak belukar. Luas keseluruhan area terdampak mencapai sekitar 10,5 hektare.

BPBD Trenggalek Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau

Selain penanganan kebakaran, BPBD Trenggalek juga terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak, pemantauan daerah rawan, koordinasi dengan pemerintah desa, hingga edukasi masyarakat.

“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan titik api agar bisa segera ditangani,” kata pria yang juga menjabat sebagai Pj. Sekda Trenggalek itu.

Berita Terkait

Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli
MIN 1 Trenggalek Ngaku Pengadaan LKS Keputusan Komite
SDN 3 Karangturi Belum Dapat Siswa Baru, Disdik Trenggalek Ungkap Penyebabnya
SDN 2 Parakan Hanya Dapat 2 Siswa, MPLS Tetap Berjalan Sesuai Arahan Dinas
SIAP PSSI Trenggalek Belum Dikuasai Mayoritas Klub, Askab Siapkan Pelatihan
Sambut 449 Jamaah Haji Trenggalek, Sekda: Semoga Jadi Haji Mabrur
Penjemputan Jemaah Haji Trenggalek Diatur, Koper Diambil Terpisah di GOR

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kebakaran Hutan di Trenggalek Capai 10,5 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:04 WIB

Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:17 WIB

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:07 WIB

MIN 1 Trenggalek Ngaku Pengadaan LKS Keputusan Komite

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:02 WIB

SDN 3 Karangturi Belum Dapat Siswa Baru, Disdik Trenggalek Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru

Kondisi bayi laki-laki saat ditemui warga, dibungkus jarik dan ditutup kain. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:02 WIB

Harmadji perlihatkan manuskrip kuno miliknya usah di bersihkan atau dijamas. (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko)

Budaya

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:13 WIB