RagamWarta.com – Pencurian kotak amal Trenggalek kembali terjadi. Kali ini menyasar Masjid Al Huda di Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan.
Dalam penyelidikan yang masih berlangsung, polisi menduga pelaku menggunakan pelat nomor kendaraan palsu untuk mengelabui petugas.
Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto mengatakan, penyidik telah memeriksa empat hingga lima orang saksi, mulai dari takmir masjid, jemaah hingga warga sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi juga menelusuri nomor polisi kendaraan yang sempat beredar di media sosial.
“Hasil pengecekan, nomor polisi tersebut tidak ada kesesuaian. Artinya, kemungkinan palsu,” ujar Rudi.
Menurutnya, hingga kini identitas pelaku masih didalami. Polisi juga mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan pelaku dengan kasus pencurian kotak amal lain di wilayah Trenggalek.
“Benar, kami masih melakukan lidik. Sejumlah saksi sudah kami periksa,” tambahnya.
Aksi Terekam CCTV, Uang Kotak Amal Rp5 Juta Raib
Kasus pencurian itu terungkap setelah pembina Masjid Al Huda, Seno, hendak memasukkan uang ke dalam kotak amal. Ia mendapati kondisi kotak amal dalam keadaan tidak wajar.
“Paginya, saya mau memasukkan uang, tapi terlihat ada kejanggalan. Setelah dibuka, ternyata uangnya sudah hilang,” katanya.
Takmir masjid kemudian memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut terlihat seorang pria beraksi seorang diri pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 10.29 WIB.
Laporan kemudian disampaikan ke Polsek Bendungan dan pada hari yang sama petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Seno menjelaskan, saat kejadian kondisi masjid memang relatif sepi. Meski begitu, di depan masjid terdapat bengkel motor yang cukup ramai.
Warga sekitar tidak menaruh curiga karena masjid tersebut kerap menjadi tempat singgah musafir, termasuk sales maupun kurir untuk beristirahat dan menunaikan salat.
Akibat pencurian tersebut, takmir masjid diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta, yang merupakan akumulasi uang kotak amal selama kurang lebih empat bulan belum dibuka.
Seno juga mengungkapkan bahwa pencurian serupa bukan kali pertama terjadi di Masjid Al Huda.
“Sudah hampir empat kali kejadian. Makanya kami pasang CCTV agar bisa menjadi bukti kalau terjadi lagi,” ujarnya.
Ia berharap pelaku segera ditangkap agar memberikan efek jera dan tidak kembali meresahkan masyarakat.
“Kami berharap pelakunya segera tertangkap, supaya ada efek jera dan jemaah bisa merasa aman,” tandasnya.
Sementara itu, meski wajah pelaku sempat terekam kamera CCTV, polisi menyebut kualitas gambar belum cukup jelas untuk memastikan identitasnya.
Penyelidikan pun masih terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan petunjuk lain guna mengungkap pelaku pencurian kotak amal tersebut.






