Uang Ganti Rugi Tidak Bisa Digunakan Untuk Beli Rumah Baru, Warga Terdampak Bendungan Bagong Resah

Kamis, 22 April 2021 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK, RagamWarta – Pembebasan lahan yang rencananya bakal digunakan sebagai Bendungan Bagong Trenggalek kembali mengalami kendala. Dan lagi-lagi kendalanya ada pada harga ganti rugi atas tanah yang ditempati maupun lahan milik warga. Warga menilai harga yang diberikan terlalu murah dan proses appraisal yang terkesan berbelit-belit.

Seperti yang di terangkan oleh Mukani, ketua paguyuban warga Sumurup yang terdampak rencana Pembangunan Bendungan Bagong menjelaskan bahwa pihaknya menuntut harga yang layak atas aset yang mereka miliki. Menurutnya, jika mengacu harga yang ditawarkan oleh Pemerintah, warga terdampak tidak bakal bisa membeli rumah lagi, karena harga yang ditawarkan terlampau murah.

Baca juga : Tinjau Progres Bendungan Tugu, Pemkab Trenggalek Lirik Potensi Energi Listrik Terbarukan

Warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong berharap Pemerintah mau mendengarkan keluh kesah warga selama ini. Pasalnya selain perlu menata kehidupan mereka kembali, warga terdampak sebenarnya juga ingin Pembangunan Bendungan cepat selesai.

Sementara itu, menurut Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah, Muhammad Nur Fatoni menjelaskan bahwa pihaknya hanya berwenang untuk menyampaikan harga appraisal lahan milik warga. Sementara untuk proses penentuan harga ada pada KJPP sebagai usulan dari PPK Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Baca juga : Warga Sumurup Kalah, MA Menangkan BPN Trenggalek Atas Sengketa Lahan Bendungan Bagong

Menurut Nur Fatoni, yang bisa dilakukan panitia hanyalah melakukan pendataan pada bidang tanah yang belum diappraisal maupun yang sudah. Jika sejumlah bidang tanah sudah didata dan diappraisal semuanya, panitia bakal segera mengumumkannya kepada warga.

Sesuai data yang dimiliki oleh Panitia Pelaksana Pengadaan Tanah, untuk tahap kedua ini terdapat 14 bidang tanah dari total 140 bidang yang masih dalam proses. 4 bidang masih perlu penyelesaian secara teknis, sementara yang 10 bidang tinggal menunggu appraisal.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru