Ragamwarta.com – Pohon pinus merupakan salah satu pohon yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pohon yang mayoritas tumbuh di kawasan hutan tropis tersebut mempunyai banyak manfaat dibandingkan dengan pohon lain.
Semua bagian pohon pinus dapat diolah, seperti Kayu dari pohon pinus digunakan untuk bahan baku korek api dan kertas. Selain itu, getah pohon pinus bisa dijadikan bahan baku pembuatan minyak cat, campuran bahan pelarut, industri farmasi, minyak pelumas, dan bahan kosmetika.
Melihat potensi yang dihasilkan dari pohon yang berasal dari Benua Eropa ini, masyarakat lokal yang rumahnya bergandengan dengan wilayah Perhutani mendapatkan dampak yang positif dari pohon pinus tersebut.
Salah satunya di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Di Kawasan tersebut banyak warga lokal bekerja sebagai penyadap getah dari pohon pinus.
Menurut Sutarno, salah satu petani pinus di Desa Tugurejo. Dengan adanya pekerjaan menyadap getah, sangat membantu dirinya terutama untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Memang uang atau hasil yang didapat tidak setiap hari. Namun untuk mencukupi kebutuhan pokok sangat membantu dari hasil sadapan.
Proses penyadapan sendiri dilakukan selama 3 kali, yakni setelah penyadapan pertama, jeda selama 2 hari, begitupun berikutnya selama 3 kali. Selanjutnya setelah 10 hari, getah pun siap diambil dari wadah atau batok sadapan dan siap dikirim ke Tempat penampungan getah.
Rata – rata satu bulan Sutarno mengantongi penghasilan sekitar 2 – 3 juta. Namun apa yang ia peroleh tidak menentu, tergantung bagus atau tidaknya getah yang keluar dari pohon pinus.
Disampaikan Sutarno, ada teknik sendiri untuk menyadap. Menurutnya, alat sadap pun mempengaruhi getah yang keluar dari pori – pori pohon. Seperti jika alat yang di gunakan sudah tidak tajam, maka getah yang keluar sedikit.
“Jika getah yang keluar sedikit, maka kita harus pandai – pandai mencari titik baru supaya menemukan pori – pori pohon agar menghasilkan getah pinus yang banyak,” Jelas Sutarno.
Ditempat yang ia sadap, pihak Perhutani sangat memperhatikan para petani getah pinus. Untuk pembayaran hasil getah sendiri selalu tepat waktu. Bahkan kadang petani merasa kwalahan untuk memenuhi target dari pihak Perhutani.






