Angka Kelahiran di Trenggalek Terus Menurun, Program KB Diklaim Berhasil

Selasa, 2 Juli 2024 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang baru melahirkan

Ilustrasi seseorang baru melahirkan

RagamWarta.com – Program Keluarga Berencana yang diterapkan di Pemkab Trenggalek diklaim berhasil. Hal itu terbukti dari menurunnya angka kelahiran yang cukup signifikan selama lima tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) saat sensus penduduk tahun 2020, Total Fertility Rate (TFR) di  Trenggalek tercatat sebesar 1,89. Angka itu ang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata provinsi Jawa Timur.

Bahkan penurunan diproyeksikan akan terus berlanjut, dengan jumlah kelahiran yang menurun dari 8.984 pada tahun 2021 menjadi 7.912 pada tahun 2022. Selanjutnya mencapai angka 7.684 pada tahun 2023.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, Sunarto, menjelaskan bahwa program Keluarga Berencana (KB) memiliki peran penting dalam penurunan angka kelahiran di Trenggalek.

“Program KB adalah program komprehensif yang bertujuan untuk merencanakan keluarga yang bahagia dan sejahtera, bukan hanya untuk membatasi jumlah kelahiran,” ujar Sunarto, Selasa (2/7/2024).

Mantan Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek ini juga menambahkan bahwa saat ini banyak keluarga yang memilih untuk memiliki satu anak saja dan seringkali anak kedua lahir ketika usia ibu sudah lebih dari 35 tahun.

“Keengganan keluarga untuk memiliki lebih dari satu anak sudah mulai terlihat, sejalan dengan angka TFR yang kurang dari 2. Bahkan jarak antara kehamilan juga cenderung lebih dari 10 tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Sunarto juga menyebutkan bahwa metode KB yang paling banyak digunakan di Trenggalek adalah suntik dengan persentase mencapai 53,89%. Sunarto menyatakan bahwa tidak ada faktor penghambat yang signifikan dalam menurunkan angka kelahiran di Trenggalek.

Untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya program KB, Dinkesdalduk KB Trenggalek lebih menekankan pada bagaimana keluarga bisa menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera.

“Kami mengedukasi bahwa dalam memiliki anak harus direncanakan, jaraknya tidak boleh terlalu jauh, serta harus saat umur kurang dari 35 tahun. KB pasca melahirkan harus segera dilakukan, jangan ditunda lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru