Komisi III DPRD Trenggalek Mengukur Kualitas Bappeda Lewat Rincian Silpa 2022

Kamis, 6 Juli 2023 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Pranoto saat di konfirmasi awak media usai pimpin rapat bersama Bappeda dan PUPR

Saat Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Pranoto saat di konfirmasi awak media usai pimpin rapat bersama Bappeda dan PUPR

RagamWarta.com – Komisi III DPRD Trenggalek lanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggungjawaban APBD tahun 2022. Kali ini rapat melibatkan Bappeda dan Dinas PUPR Trenggalek.

Saat rapat, Komisi III DPRD Trenggalek kembali meminta klarifikasi tentang Silpa yang terjadi pada tahun 2022. Upaya ini dilakukan untuk mengukur kinerja Bappeda dalam merencanakan pembangunan daerah.

Menurut Pranoto selaku Ketua Komisi III DPRD Trenggalek bahwa Bappeda merupakan etalase. Pasalnya baik buruknya pembangunan daerah bisa dilihat dari proses perencanaan di lingkup Bappeda.

“Ada anggaran Rp 10 miliar lebih dalam realisasi sekitar 94 persen artinya ada silpa sekitar 607 juta, dan kita juga telah melihat penjabaran anggaran nya,” ungkap Pranoto, Kamis (6/7/2023).

Diungkapkan Pranoto, ternyata ada efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Bappeda seperti efisiensi mamin contohnya. Jadi dalam hal ini Bappeda membuat kebijakan untuk rapat jika kurang dari jam 12 hanya mendapatkan snack saja.

Salah satu politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga menyinggung kegiatan belanja barang habis pakai. Ia meminta jangan hanya berkutat di kegiatan sosialisasi saja.

“Poin paling penting jangan sampai rakyat menginginkan insfrastruktur namun yang di anggarkan malah sosialisasi,” pintanya.

Sementara untuk PUPR, Pranoto mengungkapkan bahwa banyak program yang perlu ditindaklanjuti. Dan kabar baiknya, BPJN dan perpres telah menyetujui anggaran untuk jalan dan jembatan yang sudah selesai.

“Untuk Silpa Rp 50 miliar tadi bersumber dari mana telah disampaikan, karena hanya ada catatan dimana paling banyak. Dan jawabannya dari PEN dan DAK,” tutur Pranoto usai pimpin rapat.

Perlu diketahui, pinjaman PEN sebesar Rp 100 miliar hanya terserap Rp 70 miliar. Kurang maksimalnya serapan anggaran dikarenakan ada proyek yang putus kontrak dan melampaui tahun anggaran dan sisa hasil tender.

Namun dikatakan Pranoto, silpa Rp 30 miliar tersebut hanya jadi catatan, karena kembali ke pusat. Sedangkan Silpa dalam DAK tercatat sebesar Rp 20 miliar, dan karena Silpa terikat maka juga kembali kepada pusat.

Selanjutnya yang perlu digarisbawahi mengenai belanja operasi, dimana juga tergolong bagian dari Silpa 50 miliar. Semua semestinya dirinci sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Beberapa hal yang kami bahas tadi akan menjadi catatan dan selanjutnya digunakan dalam perbaikan tahun depan,” pungkas Pranoto.

 

Berita Terkait

DPRD Minta Silpa APBD 2025 Trenggalek Ditarget Maksimal 5 Persen
Pilkades Trenggalek 2027, Komisi I Dorong Segera Terbitkan Perbup
LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah
Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi
Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati
Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3
Jadwal DPRD Trenggalek di Bulan Puasa Terbatas, Banmus Hanya Akan Fokus Ranperda dan LKPJ

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 21:05 WIB

DPRD Minta Silpa APBD 2025 Trenggalek Ditarget Maksimal 5 Persen

Senin, 20 April 2026 - 18:11 WIB

Pilkades Trenggalek 2027, Komisi I Dorong Segera Terbitkan Perbup

Senin, 6 April 2026 - 18:09 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Senin, 9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi

Berita Terbaru