Bantuan Alsintan di Desa Tangkil Panggul Trenggalek Dirasa Tidak Tepat Sasaran, Komisi II Klarifikasi OPD terkait

Kamis, 10 Agustus 2023 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat kerja Komisi II DPRD Trenggalek bersama OPD mitra

Suasana rapat kerja Komisi II DPRD Trenggalek bersama OPD mitra

RagamWarta.com – Banyak Alat dan Mesin Pertanian (Asintan) yang dirasa kurang tepat sasaran. Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto klarifikasi ke OPD terkait.

Klarifikasi ini dilakukan disela-sela pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan tahun 2023.

Sesuai kajian komisi II ada unsur ketidaktepatan yang bermuara pada faktor geografisnya. Terlebih pada unsur hara pertaniannya yang kurang produktif. Sehingga penyaluran alat penggilingan padi tidak relevan.

Mugianto selaku Ketua Komisi II DPRD Trenggalek menjelaskan bahwa bantuan itu bersumber dari DAK yang telah terlaksana tahun kemarin.

“Rapat kali ini kami lebih kepada melakukan klarifikasi terkait alokasi bantuan peralatan pertanian pada dinas mitra,” kata Mugianto, Kamis (10/8/2023).

Dari hasil klarifikasi, ada dugaan kurang tepat sasaran. Hal itu terjadi pada kelompok tani atau gapoktan Desa Tangkil. Dimana gapoktan tersebut tahun lalu telah menerima bantuan berupa alat produksi penggilingan padi.

Dijelaskan Mugianto, di wilayah Desa Tangkil minim petani yang menanam padi. Lantas kenapa bisa bantuan malah turun kesana. Jawabannya bantuan tersebut dari dana DAK dan terkunci dari kementerian.

“Jika melihat itu, bukankah usulan seharusnya berasal dari bawah, karena logika prosesnya seperti itu. Namun yang kami tangkap bahwa bantuan itu hanya sebuah keinginan bukan kebutuhan,” tegasnya.

Menurut Mugianto, penentuan titik sasaran bantuan itu sangat salah. Menurutnya wilayah hasil produksi padi yang besar yang harus lebih diperhatikan.

“Misal jika dilihat sesuai lapangan, tentu daerah penghasil produksi padi terbesar itu ada di wilayah desa sawahan, manggis, baran dan bodak. Wilayah itu bisa menghasilkan panen padi tiga kali setahun,” contohnya.

Bahkan menurut Mugianto, wilayah pertanian itu sudah masuk di kawasan hutan, jadi jelas tidak menutup kemungkinan petani padi saja hanya memiliki beberapa petak sawah.

Anehnya lagi, selain mendapatkan bantuan alat penggilingan padi tahun lalu. Untuk tahun ini masih akan mendapatkan, bantuan gabah sekitar 30 ton.

“Karena itu kita meminta OPD tetap melihat kebutuhan bukan keinginan saja dalam hal memberikan bantuan,” pungkasnya.

Berita Terkait

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi
Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV
Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR
Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM
GMNI Trenggalek Soroti Pendidikan Saat Audiensi dengan DPRD Trenggalek
DPRD Minta Silpa APBD 2025 Trenggalek Ditarget Maksimal 5 Persen
Pilkades Trenggalek 2027, Komisi I Dorong Segera Terbitkan Perbup
LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:01 WIB

PAW DPRD Trenggalek, Komarudin Resmi Dilantik Gantikan Nur Efendi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:04 WIB

Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM

Senin, 18 Mei 2026 - 18:22 WIB

GMNI Trenggalek Soroti Pendidikan Saat Audiensi dengan DPRD Trenggalek

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB