RagamWarta.com – DPRD Trenggalek kembali gelar rapat Paripurna. Kali agendanya penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2024 dan Ranperda Pajak Daerah dan retribusi.
Dijelaskan Doding, selaku Wakil Ketua DPRD Trenggalek bahwa dalam pandangan umum fraksi menyoroti infrastruktur, pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dana cadangan untuk pemilu 2024 juga disinggung fraksi.
“Pandangan umum fraksi-fraksi telah dibacakan dalam rapat paripurna tadi, banyak poin penting mulai saran dan pendapat yang disampaikan,” ucap Doding usai pimpin rapat Paripurna, Senin (11/9/2023).
Pemkab Trenggalek di tahun 2024 akan memiliki APBD sebesar Rp 1,8 triliun pendapatan, sedangkan untuk belanja sebesar Rp 1,9 triliun. Secara garis besar postur APBD tidak jauh beda dengan tahun 2023, akan tetapi di tahun 2024 Pemkab harus menyisihkan anggaran untuk pemilu.
“Namun demikian, anggaran pemilu telah dicadangkan di tahun 2023 sebesar 40 persen atau Rp 23 miliar dan sisanya di tahun 2024 ada sekitar Rp 30 miliar,” papar Doding.
Doding juga menampik jika anggaran infrastruktur akan berkurang di tahun 2024. Hal itu dikarenakan ada perubahan sistem pengelolaan keuangan daerah, dimana dana transfer pusat diberikan sesuai apa yang di belanjakan.
Menurutnya hal tersebut sangat berbeda dengan pengelolaan sebelumnya, jika sebelumnya apa yang di rencanakan itu yang diberikan tapi sekarang yang sudah terlaksana atau dibelanjakan yang diberikan.
“Jadi sekarang itu apa yang kita belanjakan, ya itu yang dibayar. Sangat beda dengan dahulu, jika dulu apa yang di rencanakan itu yang dikirim (transfer pemerintah pusat),” ungkapnya.
Dicontohkan Doding, seperti anggaran sebesar Rp 1,5 triliun yang di rencanakan, namun yang dikerjakan atau dibelanjakan hanya Rp 1,4 triliun. Maka yang dibayarkan Rp 1,4 triliun itu saja yang dikirimkan.
Selain bahas infrastruktur, PU fraksi juga soroti kelestarian lingkungan hidup, dan target nol persen kemiskinan ekstrim. sedangkan untuk detail anggaran pada pembahasan selanjutnya.
“Kami optimis kemiskinan ekstrem ini bisa tuntaskan, karena telah ketemu poin masalahnya. Jadi ada beberapa yang memang sudah tidak bisa bekerja dan telah tercukupi dari bantuan lainnya,” pungkas politisi asal PDI-Perjuangan ini.






