RagamWarta.com – Berkolaborasi membangun daerah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin arahkan tanggungjawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) sesuai program prioritas pemerintah.
Dijelaskan Bupati Trenggalek hal tersebut sudah sesuai dengan aturan tentang CSR dan juga Perbup yang berlaku. Sementara yang dimaksud Pemerintah disini merupakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
“Ini kegiatan rutin tiga bulan sekali, intinya CSR perusahaan kita arahkan agar sesuai program pemerintah. Baik Pemerintah Pusat maupun Daerah,” jelasnya saat dikonfirmasi di aula Rumah Coklat Trenggalek, Selasa (21/11/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arifin juga menjelaskan bahwa nampaknya semua anggota setuju dan sepakat. Rencananya tahun anggaran dan bisnis tahun depan, CSR perusahaan dipilah dan diklasifikasi sesuai bidangnya. Sehingga CSR perusahaan di Trenggalek terarah.
“Nanti dipilah, besaran CSR-nya dan bergerak dibidang apa. Setelah itu kita sinkronkan dengan rencana aksi daerah. Biar searah, ada percepatan karena kolaborasi semua pihak,” tuturnya menjelaskan.
Bupati Trenggalek juga menyebutkan beberapa fokus pemerintah saat ini, diantaranya yakni pengentasan kemiskinan ekstrim, menanganan stunting, dan peningkatan perekonomian rakyat dan jaga kelestarian lingkungan hidup.
“Saat semua sudah klik, tinggal kita sinkronkan dengan rencana aksi daerah seperti pengentasan kemiskinan ekstrim, menanganan stunting, dan juga rencana daerah yang juga ingin mewujudkan kota hijau,” tambahnya.
Tidak hanya membahas arah tanggungjawab sosial, Arifin juga berdiskusi dengan pelaku usaha di Trenggalek. Harapannya iklim usaha di Trenggalek bisa terbangun dengan baik dan akhirnya meningkatkan perputaran ekonomi.
“Tadi kita mulai memunculkan pertanyaan, bagaimana berbisnis di Trenggalek. Apa regulasi sudah sportif, ada informasi apa, atau perkembangan makro mikro nya seperti apa,” ucapnya.
“Jadi, siapapun yang berusaha di Trenggalek, harapannya bisa berusaha dengan nyaman dan bisnisnya mengalami pertumbuhan. Dengan demikian dampaknya bakal kembali ke masyarakat,” imbuhnya.
Dilain sisi, Arifin juga menegaskan bahwa sudah selayaknya pemerintah daerah mengevaluasi regulasi jenis-jenis usaha. Sehingga baik pelaku usaha maupun investor tidak kesusahan mengurus izin usaha di Trenggalek.
“Kita tidak bicara mereka mau memberi apa, namun kita juga harus berkontribusi dalam menciptakan iklim usaha yang bagus. Sehingga perputaran ekonomi di Trenggalek semakin meningkat,” pungkasnya.






