GMNI Trenggalek Datangi Gedung DPRD Sambil Bakar Ban, Kritisi Naiknya Harga Pangan dan Tuntut Perbaikan Jalan

Jumat, 15 Maret 2024 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aksi dalam yang dilakukan GMNI Trenggalek di depan kantor DPRD. Mereka membakar ban bekan dan melakukan teatrikal sindir pemerintah daerah.

Suasana aksi dalam yang dilakukan GMNI Trenggalek di depan kantor DPRD. Mereka membakar ban bekan dan melakukan teatrikal sindir pemerintah daerah.

RagamWarta.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek geduruk kantor DPRD. Kedatangan mereka menuntut badan legislatif yang ada di Trenggalek berperan aktif urai permasalahan masyarakat.

Dalam aksinya turun kejalan, para mahasiswa ini membakar sejumlah ban bekas di depan gedung DPRD Trenggalek. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan teatrikal yang memparodikan banyaknya korban kecelakaan akibat jalan rusak.

Seperti yang diungkapkan oleh juru bicara GMNI Trenggalek, Mamik Wahyuningtyas bahwa dari hasil survei yang dilakukan muncul keresahan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada dua point yang memicu keresahan masyarakat Trenggalek. Yang pertama tentang naiknya harga bahan pokok dan kedua infrastruktur yang kami nilai belum maksimal,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (15/3/2024).

Menurut Mamik, berdasarkan survei di lapangan mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras yang begitu signifikan menyengsarakan rakyat. Selain itu, GMNI Trenggalek juga menyoroti minimnya perbaikan jalan dibeberapa wilayah.

“Jalan yang rusak ini membahayakan pengendara, kami menuntut untuk segera diperbaiki, kritik ini sebagai bentuk kepedulian kami, karena suara rakyat juga suara kami,” tegas Mamik.

Menurut penjelasannya, beberapa ruas jalan di Kecamatan Suruh tepatnya di Desa Gamping dan Kecamatan Pule membutuhkan penanganan segera. Disana, jalan berlubang dan membahayakan pengguna.

Tidak berhenti disitu, mereka juga mengkritisi penghargaan yang didapat bupati Trenggalek sebagai orang pembawa perubahan dan berpengaruh.

“Sesuai kajian kami, bupati membawa perubahan dari mana? banyak suara rakyat yang tidak ditampung, seperti jalan rusak dan harga beras tinggi yang melambung tinggi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi
Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan

Berita Terbaru