Pangkas Formasi Teknis dalam Penerimaan CPNS 2024, MenPAN-RB: Diganti Teknologi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Abdullah Azwar Anas saat berada di Trenggalek usai resmikan MPP.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Abdullah Azwar Anas saat berada di Trenggalek usai resmikan MPP.

RagamWarta.com – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 resmi dibuka. Ada 547 instansi pemerintah yang terdiri dari 69 Instansi pusat dan 478 instansi daerah menyediakan total 250.407 formasi.

Sesuai Badan Kepegawaian Negara (BKN), pendaftaran CPNS tahun 2024 ini dilakukan melalui portal SSCASN BKN mulai tanggal 20 Agustus 2024 dan ditutup pada 6 September 2024.

Menariknya dalam proses penyediaan formasi, pemerintah pusat memilih untuk mengurangi jumlah formasi teknis. Hal ini diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Abdullah Azwar Anas.

“Keputusan ini diambil karena ada tren yang menunjukkan bahwa pekerjaan teknis semakin banyak digantikan oleh kemajuan teknologi,” ungkap MenPANRB usai resmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Trenggalek, Selasa (20/8/2024).

Pihaknya juga mengaku bahwa sebenarnya KemenPAN-RB telah menyiapkan sedikitnya 600 ribu formasi CPNS pada tahun ini. Namun baik instansi pusat maupun daerah hanya memanfaatkan sekitar 250 ribu formasi yang tersedia.

“Formasi teknis yang kami kurangi ini sebenarnya formasi yang berpotensi besar mengalami disrupsi teknologi dalam waktu dekat. Karena itu, kami tidak memberikan izin untuk membukanya ini dalam jumlah besar,” terangnya.

Azwar Anas menambahkan bahwa pemerintah menginginkan formasi yang lebih strategis dan berorientasi pada masa depan. Bahkan sejalan dengan perkembangan teknologi yang kian pesat perkembangannya.

Selain itu, Azwar tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengaku-ngaku bisa menjamin seseorang bakal diterima jadi ASN.

Pasalnya proses penerimaan CPNS sepenuhnya mengandalkan hasil dari ujian CAT (Computer Assisted Test). Yang mana CAT tahun ini bakal dilengkapi dengan sistem pengenalan wajah untuk mencegah kecurangan.

“Mulai sekarang CAT dilengkapi dengan sistem pengenalan wajah yang diterapkan saat pendaftaran hingga pelaksanaan ujian. Upaya ini bertujuan untuk menghindari kecurangan maupun joki seperti kasus tahun kemarin,” tegasnya.

Dengan pengurangan formasi teknis dan penerapan teknologi dalam proses seleksi, diharapkan penerimaan CPNS tahun 2024 ini bisa berjalan lebih transparan, efektif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Jadi jangan lagi percaya sama joki atau oknum yang ngaku bisa bantu diterima jadi ASN. Kemarin putra kepala BKN tidak lolos, bahkan beberapa tahun lalu putra Presiden juga tidak lolos CPNS,” pungkas MenPANRB.

 

Berita Terkait

Reformasi Transportasi Digital: Arah Baru Kebijakan Pemerintah Melindungi Pengemudi Ojol
Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan 33 TPA untuk Proyek Waste to Energy
ASN Bisa Work From Anywhere, Ini 10 Kebijakan Baru BKN
KPU Tetapkan Kemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur
Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur lagi, Efisiensi Jadi Pertimbangan
Bulog Serap Beras Lokal dan Impor 1,2 Juta Ton untuk Stabilkan Harga Jelang Akhir Tahun
KPU Resmi Menetapkan Tiga Pasangan Capres dan Cawapres di Ajang Kontestasi Politik 2024
Peduli UMKM Trenggalek, Gus Ipin Raih Penghargaan dari Kemenkop UKM

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 12:03 WIB

Reformasi Transportasi Digital: Arah Baru Kebijakan Pemerintah Melindungi Pengemudi Ojol

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:02 WIB

Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan 33 TPA untuk Proyek Waste to Energy

Kamis, 13 Februari 2025 - 17:11 WIB

ASN Bisa Work From Anywhere, Ini 10 Kebijakan Baru BKN

Jumat, 7 Februari 2025 - 14:05 WIB

KPU Tetapkan Kemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur

Senin, 3 Februari 2025 - 11:14 WIB

Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur lagi, Efisiensi Jadi Pertimbangan

Berita Terbaru