Bulog Serap Beras Lokal dan Impor 1,2 Juta Ton untuk Stabilkan Harga Jelang Akhir Tahun

Senin, 2 September 2024 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto gudang bulog (foto : Perum Bulog).

Foto gudang bulog (foto : Perum Bulog).

RagamWarta.com – Perusahaan Umum BULOG (Perum BULOG) nampaknya tiada hentinya berupaya menjaga stabilitas stok dan harga beras di dalam negeri dengan berbagai langkah strategis.

Bahkan kenyataannya selain mengandalkan impor, Bulog juga memperkuat serapan beras dari petani lokal untuk memastikan ketersediaan beras aman hingga akhir tahun.

Mengutip pernyataan Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi yang telah dimuat oleh Antarnews menerangkan bahwa pihaknya telah mengamankan stok beras sebesar 1,5 juta ton.

Jumlah stok beras tersebut sudah termasuk dari serapan pengadaan dalam negeri yang kini mencapai 900.000 ton.

“Ketersediaan beras saat ini cukup aman. Kami terus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memastikan pasokan tetap stabil,” ujar Bayu dalam diskusi media di Jakarta.

Menurut Bayu, langkah yang diambil Bulog kali ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada beras impor dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan mendukung pengadaan beras lokal, Bulog berusaha menjaga keseimbangan antara pasokan domestik dan impor guna menghadapi tantangan fluktuasi harga dan gangguan produksi yang terjadi belakangan ini.

“Dengan menyerap beras hasil panen petani, Bulog berupaya memberikan jaminan pasar dan harga yang lebih baik, sehingga petani terdorong untuk meningkatkan produktivitasnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Bulog tetap melakukan impor beras sebesar 1,2 juta ton tahun ini untuk menambal penurunan produksi dalam negeri akibat faktor cuaca dan bencana alam.

Hingga Juli 2024, Bulog telah merealisasikan impor beras sebesar 2,4 juta ton dari total 3,6 juta ton yang disetujui pemerintah.

“Saat ini, kami tengah menyelesaikan kontrak impor sekitar 300.000 ton, dan sisanya 900.000 ton masih dalam proses kontrak,” jelas Bayu.

Meskipun demikian, Bulog berupaya agar impor hanya digunakan sebagai langkah antisipatif dan cadangan strategis diakhir tahun 2024.

“Kami berharap semua beras impor bisa masuk sebelum Desember, namun tetap memprioritaskan beras dari petani lokal untuk menjaga stabilitas stok dan harga,” pungkasnya.

Berita Terkait

Reformasi Transportasi Digital: Arah Baru Kebijakan Pemerintah Melindungi Pengemudi Ojol
Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan 33 TPA untuk Proyek Waste to Energy
ASN Bisa Work From Anywhere, Ini 10 Kebijakan Baru BKN
KPU Tetapkan Kemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur
Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur lagi, Efisiensi Jadi Pertimbangan
Pangkas Formasi Teknis dalam Penerimaan CPNS 2024, MenPAN-RB: Diganti Teknologi
KPU Resmi Menetapkan Tiga Pasangan Capres dan Cawapres di Ajang Kontestasi Politik 2024
Peduli UMKM Trenggalek, Gus Ipin Raih Penghargaan dari Kemenkop UKM

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 12:03 WIB

Reformasi Transportasi Digital: Arah Baru Kebijakan Pemerintah Melindungi Pengemudi Ojol

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:02 WIB

Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan 33 TPA untuk Proyek Waste to Energy

Kamis, 13 Februari 2025 - 17:11 WIB

ASN Bisa Work From Anywhere, Ini 10 Kebijakan Baru BKN

Jumat, 7 Februari 2025 - 14:05 WIB

KPU Tetapkan Kemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur

Senin, 3 Februari 2025 - 11:14 WIB

Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Mundur lagi, Efisiensi Jadi Pertimbangan

Berita Terbaru