PAD Trenggalek Masih Bocor, Komisi II DPRD Trenggalek Kumpulkan OPD Penghasil

Kamis, 17 Oktober 2024 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan OPD dan mitra

Situasi rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan OPD dan mitra

RagamWarta.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek diduga alami kebocoran. Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto panggil semua Organisasi Perangkat Daerah penghasil.

Selain klarifikasi mengenai kebocoran PAD yang terjadi di Trenggalek, Mugianto juga menerangkan bahwa rapat kali ini juga sekaligus pengenalan dengan anggota Komisi II DPRD Trenggalek yang baru.

“Hari ini kita rapat perdana, komisi II bersama semua OPD penghasil. Agendanya kami lakukan penekanan untuk capaian pendapatan asli Daerah jangan sampai berkurang,” ucap Mugianto, Kamis (17/10/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mugianto juga menjelaskan bahwa pertemuannya dengan OPD penghasil PAD kali ini untuk menegakkan semangat dalam menggali Pendapatan Daerah. Pasalnya diyakini ada kebocoran PAD.

“Jadi banyak sekali yang kita tahu masalah pendapatan yang ada di Trenggalek ini bocor. Jadi masih banyak potensi pendapatan yang belum dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin,” terang Mugianto.

Pihaknya berharap upayanya dalam melakukan penekanan ke OPD penghasil kali ini membuahkan hasil. Sehingga petugas pungut yang ada di lapangan pun semangat memungut retribusi.

“Kami berharap penekanan kami terhadap mitra dan dinas penghasil untuk betul-betul serius dan menertibkan petugas pungut agar tidak ada kebocoran PAD lagi,” tegasnya.

Diungkapkan Mugianto, PAD Trenggalek hanya berkutat diangka Rp. 300 miliar. Menurutnya angka tersebut masih jauh jika mengacu anjuran Pemerintah Pusat yang meminta agar Pemerintah Daerah mandiri secara ekonomi.

“PAD kita masih sangat minim. Kurang lebih masih diangka 300 miliar. Sedangkan APBD kita diangka 2 Triliun, 15 persennya. Jadi kemandirian suatu daerah kita masih jauh dari harapan,” terangnya.

Untuk itu, Komisi II meminta OPD penghasil untuk memaksimalkan pendapatan. Pasalnya masih banyak potensi yang belum digarap bahkan aset milik pemerintah banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Makanya kami minta tadi pada OPD untuk terus ekspansi, terus gali potensi PAD, yang belum dilakukan segera dilakukan. Banyak aset daerah yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak PAD kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan
Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi
Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda
Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan
Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak
Imbas Kisruh Jadwal di Stadion, DPRD Trenggalek Dorong Lapangan Alternatif Sepak Bola
Kinerja Satgas MBG Trenggalek Dikuliti PMII, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
DPRD Janji Bakal Kawal 3 Tuntutan Mitra MBG Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:06 WIB

Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:07 WIB

Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:08 WIB

Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak

Berita Terbaru