RagamWarta.com – Kecelakaan lalu lintas dapat menyasar siapa pun tanpa memandang batas usia. Naasnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Trenggalek terus meningkat.
Menurut penjelasan Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno pada tahun 2022 tercatat ada 14 kecelakaan yang melibatkan pelajar. Sementara pada tahun 2023 angkanya naik drastis menjadi 30 insiden.
“Walaupun demikian, angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar mengalami penurunan sebesar 6% dari 2022 hingga 2023. Namun angka kecelakaan justru melonjak,” ujar AKP Agus Prayitno, Rabu (23/10/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKP Agus Prayitno juga menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Trenggalek telah mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka pada tingkat ringan hingga berat.
“Jumlah korban luka ringan mencapai 49 orang dan luka berat 2 orang,” imbuhnya.
Menurut AKP Agus Prayitno, edukasi dan sosialisasi di kalangan pelajar harus lebih ditingkatkan. Apalagi tanggung jawab tidak hanya terletak di pundak pihak kepolisian, tetapi juga orang tua dan guru.
Orang tua berperan dalam memastikan anak-anak mereka memiliki pemahaman yang baik tentang keselamatan di jalan, serta memastikan mereka tidak menggunakan kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia yang ditetapkan.
Sementara guru dan institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan dengan membekali siswa pemahaman penting mengenai disiplin berlalu lintas.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah dengan pendekatan interaktif. Namun, orang tua dan guru juga harus lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak, terutama yang belum cukup umur untuk berkendara,” tegasnya.
Selain itu, adanya faktor lingkungan sosial yang memberikan contoh kurang baik, seperti toleransi terhadap pelanggaran lalu lintas kecil, juga perlu diperhatikan.
“Kebiasaan seperti tidak menggunakan helm atau menerobos lampu merah sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi penyebab utama kecelakaan serius,” pungkasnya.






