Angka Kecelakaan Pelajar di Trenggalek Meningkat, Polisi Lakukan Upaya Pencegahan Lewat Edukasi

Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Satlantas Polres Trenggalek lakukan edukasi ketertiban mengendara pada pelajar. (Istimewa)

Ilustrasi - Satlantas Polres Trenggalek lakukan edukasi ketertiban mengendara pada pelajar. (Istimewa)

RagamWarta.com – Kecelakaan lalu lintas dapat menyasar siapa pun tanpa memandang batas usia. Naasnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Trenggalek terus meningkat.

Menurut penjelasan Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno pada tahun 2022 tercatat ada 14 kecelakaan yang melibatkan pelajar. Sementara pada tahun 2023 angkanya naik drastis menjadi 30 insiden.

“Walaupun demikian, angka pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar mengalami penurunan sebesar 6% dari 2022 hingga 2023. Namun angka kecelakaan justru melonjak,” ujar AKP Agus Prayitno, Rabu (23/10/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKP Agus Prayitno juga menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Trenggalek telah mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka pada tingkat ringan hingga berat.

“Jumlah korban luka ringan mencapai 49 orang dan luka berat 2 orang,” imbuhnya.

Menurut AKP Agus Prayitno, edukasi dan sosialisasi di kalangan pelajar harus lebih ditingkatkan. Apalagi tanggung jawab tidak hanya terletak di pundak pihak kepolisian, tetapi juga orang tua dan guru.

Orang tua berperan dalam memastikan anak-anak mereka memiliki pemahaman yang baik tentang keselamatan di jalan, serta memastikan mereka tidak menggunakan kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia yang ditetapkan.

Sementara guru dan institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan dengan membekali siswa pemahaman penting mengenai disiplin berlalu lintas.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah dengan pendekatan interaktif. Namun, orang tua dan guru juga harus lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak, terutama yang belum cukup umur untuk berkendara,” tegasnya.

Selain itu, adanya faktor lingkungan sosial yang memberikan contoh kurang baik, seperti toleransi terhadap pelanggaran lalu lintas kecil, juga perlu diperhatikan.

“Kebiasaan seperti tidak menggunakan helm atau menerobos lampu merah sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi penyebab utama kecelakaan serius,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru