Komisi I DPRD Trenggalek Berencana Panggil BPN Klarifikasi SHM di Pantai Konang

Kamis, 6 Februari 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Moh. Husni Tahir Hamid

Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Moh. Husni Tahir Hamid

RagamWarta.com – Keberadaan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan Pantai Konang, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, menimbulkan tanda tanya besar.

Berdasarkan peta pada situs Bhumi ATR/BPN, setidaknya ada 8 (delapan) petak tanah bersertifikat di bibir pantai Konang.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan seputar regulasi dan potensi dampaknya terhadap lingkungan serta akses masyarakat ke pantai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anehnya lagi 8 petak tanah tersebut berjejer disepanjang pantai Konang dan sekelilingnya merupakan kawasan Hutan Produksi Tetap.

Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Moh. Husni Tahir Hamid menegaskan bahwa SHM hanya dapat diterbitkan untuk tanah atau lahan, bukan perairan. Ia menekankan pentingnya menelusuri sejarah penerbitan sertifikat tersebut.

“Harus ditelusuri, penerbitan SHM itu bagaimana sejarahnya,” ujar Husni Tahir Hamid dikutip dari Kabar Trenggalek, Kamis (6/2/2025).

Jika dulunya kawasan itu merupakan daratan yang terkena abrasi, maka ada kemungkinan sertifikat dikeluarkan secara sah.

Namun, di luar aspek legalitas, DPRD juga menyoroti dampak sosial dan ekologis dari kepemilikan lahan pribadi di wilayah pantai.

Husni menyebut pihaknya akan segera memanggil pimpinan Kantor Pertanahan Trenggalek untuk meminta klarifikasi terkait status SHM di pantai Konang tersebut.

“Pekan depan kami berencana memanggil BPN untuk membahas dan menelusuri SHM di Pantai Konang,” katanya.

Sementara itu sampai berita ini diterbitkan, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Trenggalek belum mau memberikan keterangan resmi.

Pasalnya seorang staf menyebut bahwa diperlukan pengajuan surat izin untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

Terakhir, Husni menegaskan bahwa keberadaan SHM di kawasan pantai bukan hanya perkara hukum, tetapi juga berpotensi mempengaruhi akses publik dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Apakah sertifikat tersebut dikeluarkan sesuai prosedur atau ada indikasi kesalahan administrasi. Tunggu nanti dari hasil pembahasan DPRD dengan pihak terkait,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
Tunggakan Biaya Rumah Sakit Rosmini Berpeluang Dibebaskan
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Kamis, 24 September 2026 - 15:05 WIB

Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Berita Terbaru