Trenggalek Diterjang 58 Bencana Selama 12 Hari, 6 Orang Meninggal Dunia

Senin, 26 Mei 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat BPBD Trenggalek evakuasi korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Saat BPBD Trenggalek evakuasi korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

RagamWarta.com – Rentetan bencana hidrometeorologi yang telah melanda Kabupaten Trenggalek dalam tanggal 14 hingga 25 Mei 2025 menyisakan duka mendalam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total ada 58 kejadian bencana yang tersebar di 78 titik pada 13 kecamatan dan 51 desa/kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi yang berlangsung lebih dari sepekan menjadi pemicu utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama periode tersebut terjadi 34 kejadian tanah longsor, 20 titik banjir, dan 4 kejadian cuaca ekstrem. Ini semua akibat cuaca ekstrem yang cukup lama melanda wilayah Trenggalek,” ungkap Triadi, Sabtu (25/5/2025).

Parahnya, dampak bencana dipertengahan tahun 2025 ini tidak hanya merusak permukiman warga. Infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, sekolah, irigasi, dan talud juga turut terdampak.

“Berdasarkan data yang berhasil kami himpun, sedikitpun terdapat 60 rumah warga mengalami rusak ringan, 2 rumah rusak sedang, dan 6 rumah mengalami rusak berat,” jelas Triadi.

Tragisnya lagi, enam warga meninggal dunia akibat tanah longsor. Satu sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara sejumlah fasilitas publik lainnya rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sesuai data BPBD Trenggalek, Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan kejadian bencana terbanyak, yakni 10 titik longsor.

Menyusul kemudian Kecamatan Munjungan dengan 8 titik, serta Kecamatan Bendungan yang tercatat ada 4 kejadian longsor, 4 banjir, dan 1 cuaca ekstrem.

Banjir juga melanda Kecamatan Gandusari dan Trenggalek dengan masing-masing 4 titik kejadian.

Dalam upaya penanggulangan, BPBD Trenggalek mengklaim telah bersinergi dengan TNI, Polri, relawan, serta perangkat desa.

Mereka terlibat dalam evakuasi, pembersihan material longsor, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendirian dapur umum di lokasi terdampak.

“BPBD terus melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa lebih cepat dan merata. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada, karena potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan,” tutup Triadi.

 

Berita Terkait

Pendaftar Sekolah Rakyat Trenggalek untuk Jenjang SMP sudah Lampaui Kuota
Jemaah Haji Trenggalek yang Wafat di Tanah Suci Jadi 3 Orang
Sebelas Atlet Judo Trenggalek Siap Tampil di Kejuaraan Internasional
Tarif Bus di Trenggalek Masih Rp8 Ribu, Sebagian Penumpang Mengaku Bayar Rp10 Ribu
Harga Bawang Putih di Trenggalek Tembus Rp36 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Kurangi Belanja
Pasokan MinyaKita di Trenggalek Aman, Diskomidag Salurkan 1.500 Liter ke Pasar Basah
Jemaah Haji Trenggalek yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Jadi Dua
Tilang Manual Operasi Patuh Semeru 2026 Tetap Diberlakukan di Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:03 WIB

Pendaftar Sekolah Rakyat Trenggalek untuk Jenjang SMP sudah Lampaui Kuota

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:02 WIB

Jemaah Haji Trenggalek yang Wafat di Tanah Suci Jadi 3 Orang

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:02 WIB

Tarif Bus di Trenggalek Masih Rp8 Ribu, Sebagian Penumpang Mengaku Bayar Rp10 Ribu

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:14 WIB

Harga Bawang Putih di Trenggalek Tembus Rp36 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Kurangi Belanja

Senin, 8 Juni 2026 - 19:03 WIB

Pasokan MinyaKita di Trenggalek Aman, Diskomidag Salurkan 1.500 Liter ke Pasar Basah

Berita Terbaru