Pelayanan ABK Masih Rendah, DPRD Trenggalek Soroti dalam Pembahasan RPJMD

Jumat, 4 Juli 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Trenggalek.

Salah satu sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Trenggalek.

RagamWarta.com – DPRD Kabupaten Trenggalek menyoroti rendahnya pelayanan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Minimnya perkembangan pelayanan terhadap ABK selama lima tahun terakhir menjadi catatan serius Panitia Khusus (Pansus) DPRD dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ke depan.

Ketua Pansus DPRD Trenggalek, Sukarodin, menyebut capaian pelayanan terhadap ABK selama periode 2020 hingga 2024 masih sangat rendah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perlu ada penguatan signifikan, khususnya dari sisi anggaran, agar hak-hak pendidikan ABK dapat terpenuhi secara optimal.

“Perkembangan capaian ABK dari tahun 2020 hingga 2024 sangat minim. Maka pada periode mendatang harus ada penguatan, terutama dari sisi anggaran,” tegas politisi PKB itu, Selasa (1/7/2025).

Ia menuturkan, saat ini masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelayanan pendidikan untuk ABK, di antaranya keterbatasan guru pendamping serta belum memadainya sarana dan prasarana pendidikan yang ramah disabilitas.

“Guru pendamping ABK kita masih sangat kurang. Sarpras pendidikan yang berpihak pada ABK juga belum memadai. Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Isu pelayanan ABK mengemuka dalam pembahasan Bab II RPJPD yang memuat analisis posisi awal pembangunan daerah. Selain pendidikan inklusif, dua sektor lain yang menjadi fokus pembahasan pansus yakni kesehatan dan infrastruktur.

“Kalau melihat ini, tentu pendidikan, kemudian kesehatan, lalu infrastruktur. Ketiganya sudah terakomodasi dalam draf. Tinggal nanti kita lihat target-targetnya,” ungkap Sukarodin.

Ia menekankan, pemetaan awal terhadap indeks pembangunan daerah menjadi dasar penting untuk menentukan arah kebijakan pembangunan lima tahun mendatang.

Pansus menargetkan pembahasan dokumen RPJMD bisa rampung dalam waktu dekat agar segera ditetapkan sebagai pedoman pembangunan Trenggalek periode 2025–2029.

 

Berita Terkait

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan
Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi
Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda
Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan
Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak
Imbas Kisruh Jadwal di Stadion, DPRD Trenggalek Dorong Lapangan Alternatif Sepak Bola
Kinerja Satgas MBG Trenggalek Dikuliti PMII, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
DPRD Janji Bakal Kawal 3 Tuntutan Mitra MBG Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:06 WIB

Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:07 WIB

Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:08 WIB

Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak

Berita Terbaru