RagamWarta.com – Antrean apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek menjadi sorotan Komisi IV DPRD Trenggalek dalam rapat evaluasi pelayanan kesehatan pada Rabu, (20/5/2026).
Tingginya jumlah pasien yang mencapai ratusan orang setiap hari disebut membuat pelayanan pengambilan obat masih memanjang, sehingga dinilai perlu penambahan tenaga dan fasilitas pelayanan apotek.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin mengatakan bahwa kepadatan pasien di rumah sakit otomatis berdampak pada pelayanan apotek.
“Kalau sehari pasien sampai 800 orang, tentu pelayanan di apotek pasti antre panjang,” ujar Sukarodin usai pimpin rapat evaluasi dengan management RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Menurut Sukarodin, antrean pengambilan obat menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pasien untuk segera mendapatkan penanganan lanjutan setelah pemeriksaan dokter.

Ia mengakui RSUD dr. Soedomo sudah mulai menerapkan layanan pengiriman obat melalui jasa pos untuk membantu mengurangi antrean pasien.
“Pengambilan obat sudah ada solusi dengan model dikirim lewat jasa pos. Cukup tambah Rp10 ribu selesai,” katanya.
Namun demikian, layanan itu dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan antrean, terutama bagi pasien yang harus segera mengonsumsi obat setelah pemeriksaan.
“Tapi repotnya kalau dokter meminta obat segera diminum sementara antreannya lama, kan jadi masalah,” jelasnya.
DPRD Trenggalek Dorong Penambahan SDM dan Fasilitas
Komisi IV DPRD Trenggalek meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi terhadap pelayanan apotek, termasuk menambah tenaga pelayanan dan fasilitas pendukung.
“Perlu ada tambahan SDM di apotek. Bila perlu ruang pelayanan apotek ditambah, bahkan ada tambahan apotek,” pungkas Sukarodin.






