RagamWarta – Pembatasan kendaraan diruas jalan Ngampon – Bendo berimbas pada jalur alternatif di sekitarnya. Bahkan tak jarang jalan alternatif tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah di beberapa titik.
Seperti yang terjadi pada jalan poros Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan ini. Jalur Kabupaten penghubung desa dengan Kecamatan ini kini rusak parah. Apalagi ditambah masuk musim penghujan membuat jalan tergenang air dan membahayakan pengguna jalan khususnya pesepeda motor.
Baca Juga : 2000 Vaksin Sudah Tiba Di Trenggalek, Tahap Pertama Bakal Sasar Forkopimda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulyanto selaku Kepala Desa Ngadirenggo menerangkan bahwa kendaraan berat yang bertonase tinggi masuk ke jalan ngadirenggo. Sehingga terjadi kerusakan parah karena tonase dan struktur jalan di Ngadirenggo tidak sesuai
Menurut Mulyanto, hingga saat ini jalan yang mengalami kerusakan akibat kelebihan tonase sudah mencapai dua kilometer. Yakni mulai dari dusun wadi kidul, wadi lor hingga ngrayung.
Menurut Mulyanto, pihaknya sudah berupaya lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, namun belum juga membuahkan hasil.
Baca Juga : Kena Covid-19 Dua Kali, Kadinsos Trenggalek Bersyukur Bisa Sembuh
Pihaknya berharap, tahun ini ada perbaikan jalan di jalur ngadirenggo. Pasalnya mayoritas warganya adalah seorang pedagang yang notabennya setiap hati melewati ruas jalan tersebut.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa sebenarnya warga sudah geram dengan aktivitas ini, namun untuk sementara masih dibiarkan dan menunggu perbaikan dari pemerintah daerah dalam hal ini merupakan Dinas PUPR Trenggalek.







