Pemilik Rumah di Sekitar Jembatan Plengkung Trenggalek Minta Kompensasi

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wardoyo alias Yoyok saat dikonfirmasi awak media usai ngadu ke Komisi III DPRD Trenggalek.

Wardoyo alias Yoyok saat dikonfirmasi awak media usai ngadu ke Komisi III DPRD Trenggalek.

RagamWarta.com– Kontroversi soal kompensasi dari pembangunan Jembatan Plengkung masih berlanjut. Pasalnya, hingga saat ini masyarakat setempat belum menerima dana tersebut.

Masyarakat setempat menuntut adanya dana kompensasi atas pembangunan jembatan yang telah dimulai sejak 2023 lalu. Terdapat enam Kartu Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan ini.

Salah satu warga setempat yang bernama Wardoyo alias Yoyok menyampaikan bahwa ada tiga dampak buruk yang dialami masyarakat akibat adanya pembangunan Jembatan Plengkung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada tiga dampak buruk, yang pertama itu adalah dampak polusi, polusi pembangunan seperti getaran dan debu. Kedua ada dampak usaha, yang mana saat pengerjaan jalan ditutup total. Padahal di dalamnya ada usaha warga,” paparnya.

Dan yang paling parah merurut mereka adalah dampak kehilangan akses jalan utama. Bagiamana tidak, saat ini tepat di depan ke enam rumah menjulang jembatan yang hanya menyisakan sedikit jalan yang rata dengan rumah.

“Dan yang ketiga dampak permanen. Yaitu rumah kami betul-betul terhimpit dengan adanya jembatan,” paparnya.

Tiga dampak tersebut yang melatarbelakangi masyarakat sekitar Jembatan Plengkung menuntut kompensasi puluhan juta rupiah atas pembangunan Jembatan.

“Tidak banyak kalau bagi pemerintah, hanya Rp 20 juta per warga yang kena dampak. Tapi realisasinya belum ada sampai saat ini,” ujar Wardoyo.

Pria yang ikut terdampak itu juga menjelaskan bahwa sebenarnya masyarakat sendiri sempat akan mendapatkan kompensasi berupa Dana Kerohiman senilai Rp 1,5 juta.

“Sempat mau dikasih dana sekitar Rp 1,5 juta, tapi kami tolak,” tegasnya.

Padahal jalan yang terdapat di depan rumah masyarakat terdampak pembangunan Jembatan Plengkung kian menyempit.

Hal ini disebabkan sebagian jalan yang ada di depan rumahnya terbeton oleh pembangunan Jembatan Plengkung.

Di sisi lain, salah satu masyarakat yang membuka usaha di sekitar jembatan yang bernama Amin Tohari mengeluhkan usahanya kian sepi.

“Dulu per hari itu bisa kalau dari burung saja mungkin Rp 50.000 dari warung kopi hampir Rp 100.000. Kalau sekarang sudah sepi.” ungkap Amin.

Padahal, dirinya harus menghidupi tiga orang anaknya dan merawat satu orang tua.

“Sekarang sudah sepi dan ini menganggu sekali. Sekarang hanya bisa jual burung dan utang,” tuturnya.

Amin berharap akses lalu lintas di depan rumahnya dapat segera digunakan kembali dan usahanya dapat kembali berjalan.

“Harapannya semoga akses ini dapat dilalui lagi dan usaha dapat berkembang lagi,” tutupnya.

Berita Terkait

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi
Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan

Berita Terbaru