Raker Komisi IV DPRD Trenggalek Soroti Pembangunan Masjid di GOR hingga Penataan Food Court di RSUD

Kamis, 29 Februari 2024 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kerja antara Komisi IV DPRD Trenggalek bersama beberapa OPD mitra kerja di gedung DPRD Trenggalek.

Suasana Rapat Kerja antara Komisi IV DPRD Trenggalek bersama beberapa OPD mitra kerja di gedung DPRD Trenggalek.

RagamWarta.com – Kembali ke leptop. Setelah disibukan dengan Pemilihan Umum Legislatif, anggota DPRD Trenggalek kembali pada rutinitasnya, yakni menyusun aturan perundang-undangan.

Salah satu alat kelengkapan dewan di DRPD Trenggalek yang mengawali rapat kerja yakni Komisi IV. Dipimpin oleh Sukarodin, Komisi IV DPRD Trenggalek mengundang leading sector mitra kerja.

“Agendanya hari ini kita bahas persiapan APBD 2024 bersama OPD mitra. Diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD dr. Soedomo dan Rumah Sakit Panggul dan terakhir Disperinaker,” terang Sukarodin, Rabu (28/2/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Sukarodin, tujuannya memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk pemantapan kegiatan pembangunan masjid di area Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih milik Pemkab Trenggalek.

“Untuk Dinas Pendidikan karena ada kegiatan yang cukup besar yakni pembangunan masjid di GOR Gajah Putih. Dengan adanya penambahan fasilitas ini diharapkan bisa membuat pengunjung tambah nyaman,” ujarnya.

Sementara untuk Dinas Kesehatan, dijelaskan Sukarodin  bahwa akan ada penganggaran untuk pembangunan gudang obat. Menurutnya, hingga saat ini Trenggalek belum memiliki gudang yang representatif, dan kesulitan jika harus menyetok obat.

“Ketika stok obat menipis, kita tidak bisa belanja obat secara maksimal. Maka di tahun 2024 iki kita ingin bangun gudang obat di Trenggalek,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Sukarodin juga berencana menambah honor kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Hal tersebut didasari karena masih rendahnya porsi anggaran untuk kader Jumantik di Trenggalek.

Sementara berkaitan dengan RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sukarodin berpesan untuk segera menata food court di area rumah sakit. Selain itu pihaknya juga kembali ingatkan untuk segera merelokasi warung yang berada di depan Rumah Sakit.

“Kami minta untuk segera di fungsikan dan merelokasi warung yang masih ada di bagian depan RSUD. Ketika sudah bersih, amdal lalin nya segera terbangun dan lalu lintas menuju IGD diharapkan jadi lebih leluasa, tidak macet lagi,” tambahnya.

Yang terakhir adalah Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja. Dimana Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek ini kembali ingatkan sampai sejauh mana proses pembentukan BLK (Balai Latihan Kerja).

“Banyak stok anggaran baik dari pusat maupun dari provinsi. Namun syaratnya harus memiliki BLK. Ini kita lihat, apa yg kurang dan akan kita coba penuhi PAK tahun depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan
Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi
Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda
Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan
Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak
Imbas Kisruh Jadwal di Stadion, DPRD Trenggalek Dorong Lapangan Alternatif Sepak Bola
Kinerja Satgas MBG Trenggalek Dikuliti PMII, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
DPRD Janji Bakal Kawal 3 Tuntutan Mitra MBG Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

21 Raperda DPRD Trenggalek Dirombak, Waktu Pembahasan Tinggal Empat Bulan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:06 WIB

Aliansi Center Datangi DPRD Trenggalek, Minta Aturan “Nyleneh” dalam Raperda Pilkades Direvisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Rasio Belanja Pegawai dan Pembangunan Jomplang, KUA PPAS Trenggalek 2027 Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:07 WIB

Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:08 WIB

Pajak UMKM Trenggalek Direlaksasi, Omzet Rp6 Juta Berpeluang Bebas Pajak

Berita Terbaru