Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas 1922 KK Kesulitan Air Bersih

Selasa, 3 September 2024 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto penyaluran air bersih yang dilakukan BPBD Trenggalek di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari.

Foto penyaluran air bersih yang dilakukan BPBD Trenggalek di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari.

RagamWarta.com – Bencana Kekeringan yang melanda Trenggalek semakin meluas. Setidaknya sudah ada 9 kecamatan dan 18 desa/kelurahan di Kabupaten Trenggalek yang terdampak krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, menyampaikan bahwa warga mengalami kesulitan air. Hal ini mengharuskan BPBD untuk segera menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak paling parah.

“Kami telah mendistribusikan 6.000 liter air bersih ke setiap desa yang terdampak kekeringan,” ucap Triadi Atmono saat dikonfirmasi secara terpisah, Selasa (3/9/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai data, terdapat 5.656 jiwa dari 1.922 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung kekeringan tahun ini. Hal ini tentu saja bertambah dari daerah terdampak sebelumnya yang hanya melanda 11 Desa dari 5 Kecamatan.

Di Kecamatan Tugu, tiga desa yang mengalami krisis air bersih adalah Desa Pucanganak, Desa Nglinggis, dan Desa Dermosari. Sementara itu, di Kecamatan Karangan, hanya Desa Jatiprahu yang terdampak. Kecamatan Dongko juga melaporkan satu desa terdampak, yaitu Desa Pandean.

Kecamatan Bendungan mencatatkan Desa Sengon sebagai wilayah yang terdampak, sedangkan di Kecamatan Trenggalek, Desa Ngares menjadi desa yang merasakan dampak kekeringan. Kecamatan Pogalan lebih parah dengan tiga desa terdampak: Desa Ngulanwetan, Desa Pogalan, dan Desa Gembleb.

Di Kecamatan Durenan, Desa Sumberejo dilaporkan mengalami kekurangan air. Sedangkan di Kecamatan Gandusari, Desa Wonoanti juga terkena dampaknya.

“Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Panggul, di mana enam desa terdampak, yaitu Desa Terbis, Desa Besuki, Desa Ngrencak, Desa Karangtengah, Desa Nglebeng, dan Desa Banjar,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui BPBD telah berusaha merespons krisis ini dengan cepat. Distribusi air bersih yang dilakukan merupakan upaya awal untuk meringankan beban warga yang terdampak.

Namun, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring dengan bertambahnya daerah yang terdampak kekeringan. Dirinya menegaskan bahwa distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masa kekeringan ini.

BPBD akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga Trenggalek yang membutuhkan.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih bersabar, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan air bersih hingga krisis ini berlalu,” pungkasnya mantan Kasatpol PP Trenggalek itu.

Berita Terkait

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi
Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:04 WIB

Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terbaru