RagamWarta.com – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Trenggalek telah menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Hal ini yang mendasari berbagai pihak ikut berkolaborasi dalam membantu masyarakat terdampak.
Dalam hal ini Polres Trenggalek bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menangani situasi darurat ini.
Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, menyatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih kali ini merupakan bagian dari respons cepat kepolisian untuk menangani dampak kekeringan yang terjadi di Trenggalek.
“Kami bekerja sama dengan BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, dan berbagai stakeholder lainnya untuk memastikan distribusi air tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar AKBP Indra, Selasa (3/9/2024).
Untuk mewujudkan keinginannya, Polres Trenggalek telah menyiapkan sedikitnya 52.800 liter air bersih. Air bersih tersebut diangkut menggunakan 6 truk tangki dan 14 armada patroli Genthong andalan Polsek yang ada di Trenggalek.
Setiap kendaraan memiliki rute distribusi yang telah ditentukan untuk menjangkau 19 desa di 9 kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih.
“Kami sadar air yang kami bawa tidak bisa mencukupi kebutuhan semuanya. Namun dengan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar bantuan ini dapat disalurkan dengan efektif dan merata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Admono mengapresiasi peran aktif Polres Trenggalek, khususnya melalui inisiatif patroli Genthong yang sangat membantu dalam distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
“Kerja sama ini sangat penting agar kita bisa merespons krisis dengan lebih cepat dan tepat,” tutur Triadi Admono.
Mantan Kasatpol PP Trenggalek itu juga mengaku telah memfokuskan upaya pada mitigasi dampak kekeringan selama satu bulan terakhir dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami telah mencoba mengkondisikan situasi ini, dan bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan,” tambahnya.
Kolaborasi antara Polres Trenggalek, BPBD, dan berbagai pihak lainnya menjadi contoh bagaimana upaya bersama dapat memberikan solusi lebih efektif terhadap tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Langkah ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana tidak bisa dilakukan sendirian. Butuh sinergi antara pemerintah, institusi, dan masyarakat untuk menjaga kesejahteraan bersama.
“Dengan kerja sama yang erat, kita bisa menghadapi tantangan ini dengan lebih baik,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono.






