Harga Gabah Merosot Tajam, Petani Pilih Tidak Menjual Hasil Panen

Minggu, 4 April 2021 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK, RagamWarta – Polemik rencana impor beras oleh pemerintah pusat membuat sejumlah petani di daerah resah. Bagaimana tidak, disaat musim panen seperti saat ini, harga jual gabah justru merosot tajam.

Bahkan untuk harga gabah basah saat ini berada dikisaran Rp 3.800 perkilogram. Sementara harga gabah kering siap giling sekitar Rp 4.800 perkilogram. Jika dibanding harga sebelumnya yang berada di angka Rp 4.300 perkilogram untuk gabah basah dan Rp 5.200 untuk yang kering.

Baca juga : Hina Profesi Perawat, Petani Asal Trenggalek Resmi Jadi Tersangka

Bisa dihitung terjadi penurunan sekitar 12 persen untuk dari harga tahun lalu. Hal ini yang membuat para petani resah, apalagi ditambah dengan sulitnya mencari pupuk bersubsidi dan terpaksa beli pupuk premium dengan harga yang terlampau jauh dari pupuk bersubsidi.

Keresahan petanipun juga memuncak akibat munculnya isu impor beras-besaran. Jika hal tersebut dibiarkan begitu saja, bisa-bisa harga gabah semakin menurun dari hari ke hari. Seperti yang disampaikan Ketua Kelompok Tani Jaya Kelutan Suwito.

Baca juga : Harga Cabai Rawit Merah di Trenggalek Double Pedas

Menurutnya Kebijakan impor beras oleh kementerian merupakan kebijakan yang kurang tepat apalagi di musim panen seperti saat ini. Menurutnya biaya yang keluarkan dan yang diterima tidak sebanding. Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu petani lainnya yakni Yateni.

Menurutnya jika dihitung, keuntungan dalam satu kali panen, para petani hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp 660.000. Itu pun belum termasuk biaya yang harus dikeluarkan jika tanaman terserang hama.

Baca juga : Terima Hearing Poktan, Komisi II Akan Segera Atasi Kelangkaan Pupuk di Trenggalek

Dengan adanya hitungan tersebut dalam satu kali panen, para petani bukannya untung tapi malah merugi. Bahkan saat ini petani enggan untuk menjual hasil panennya. Menurut mereka lebih baik digunakan untuk setok makan keluarga dari pada di jual malah rugi.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB