Warga Terdampak Bendungan Bagong Tagih Janji Bupati, Harga Appraisal Terlalu Murah

Kamis, 22 April 2021 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK, RagamWarta – Warga terdampak rencana Pembangunan Bendungan Bagong tagih janji Bupati. Menurut mereka, Bupati Trenggalek dulu pernah berjanji bahwa harga tanah di Desa Sumurup, Bendungan, bakal lebih tinggi dari pada harga tanah di Desa Nglinggis yang sekarang jadi Bendungan Tugu.

Sesuai yang diterangkan oleh Lukman Hakim, salah satu warga terdampak rencana pembangunan Bendungan Bagong menegaskan bahwa pada saat penandatanganan penetapan lokasi, Bupati pernah bilang bahwa harga tanah di Sumurup harusnya tiga kali lipat dari Bendungan Tugu. Pasalnya lahan di Desa Sumurup Lebih subur dan bahkan lebih produktif.

Baca juga : Uang Ganti Rugi Tidak Bisa Digunakan Untuk Beli Rumah Baru, Warga Terdampak Bendungan Bagong Resah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Trenggalek, Ramelan menegaskan bakal berupaya semaksimal mungkin memenuhi semua permintaan warga. Namun pihaknya juga tidak bisa keluar dari koridor ketentuan yang berlaku.

Seperti tuntutan warga yang meminta satu bidang tanah dihargai 10 juta, menurutnya harga segitu tidak bisa diwujudkan. Mengingat harga tanah di Trenggalek tidak ada yang sampai pada angka tersebut. Walaupun demikian, pihaknya saat ini tengah berupaya mencarikan jalan keluar yang terbaik bagi warga. Entah dengan pemberian subsidi berupa bantuan ternak atau pun yang lainnya.

Baca juga : Warga Sumurup Kalah, MA Menangkan BPN Trenggalek Atas Sengketa Lahan Bendungan Bagong

Tidak sampai disitu, menurut Ramelan Pemerintah juga sudah mengajukan permohonan pada Kementerian Kehutanan untuk digunakan sebagai pemukiman warga terdampak. Namun itupun masih menunggu putusan dari kementerian, pasalnya keputusan ada pada menteri kehutanan.

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru