TRENGGALEK, RagamWarta – Nilai ganti rugi bidang tanah milik warga Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek yang bakal dijadikan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bagong dinilai tidak layak.
Warga terdampak berramai-ramai minta appraisal ulang. Seperti yang dijelaskan oleh Lukman Hakim, Salah Satu Warga Terdampak Rencana Pembangunan Bendungan Bagong ini menilai bahwa harga appraisal atas lahan milik masyarakat terlampau kecil.
Baca juga : Warga Terdampak Bendungan Bagong Tagih Janji Bupati, Harga Appraisal Terlalu Murah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan jika digunakan untuk membeli rumah tidak cukup. Tidak hanya itu, menurut Lukman proses appraisal juga tidak transparan. Hal itu terbukti dari bedanya nilai harga antara bidang satu dan satunya.
Hal senada juga di sampaikan oleh Mukani selaku Ketua Paguyuban Warga Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong. Menurutnya warga menanti realisasi atas janji yang pernah Bupati lontarkan.
Baca juga : Uang Ganti Rugi Tidak Bisa Digunakan Untuk Beli Rumah Baru, Warga Terdampak Bendungan Bagong Resah
Selain itu pihaknya juga khawatir jika sampai Bendungan Bagong sudah mulai dibangun namun warga belum juga menemukan tempat tinggal.
Warga terdampak berharap semua persoalan yang menimpa warga terdampak Bendungan Bagong bisa selesai secepatnya. Sehingga warga bisa menata kehidupan baru yang lebih layak dan baik di lain tempat atau sekitar Bendungan Bagong.







