Ikuti Instruksi Presiden, DPRD Trenggalek Sisir Anggaran Kunker

Jumat, 7 Maret 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doding Rahmadi (paling kiri) pimpin rapat dengan agenda penetapan Pokok-pokok Pikiran untuk Rancangan Awal RKPD 2026 dan Penyesuaian Agenda Kegiatan Bulan Maret 2025, Kamis (6/3/2025).

Doding Rahmadi (paling kiri) pimpin rapat dengan agenda penetapan Pokok-pokok Pikiran untuk Rancangan Awal RKPD 2026 dan Penyesuaian Agenda Kegiatan Bulan Maret 2025, Kamis (6/3/2025).

RagamWarta.com – Laksanakan instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, DPRD Trenggalek mulai sisir sejumlah kegiatan yang bisa dipangkas.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menjelaskan bahwa ada banyak kegiatan yang bakal dipangkas. Pemangkasan anggaran terbesar ada pada kunjungan kerja (kunker) yang mencapai 50 persen.

“Kita dipotong 50 persen. Jadi potongan kita sekitar Rp 8,5 miliar,” ujar Doding usai pimpin rapat dengan agenda penetapan Pokok-pokok Pikiran untuk Rancangan Awal RKPD 2026 dan Penyesuaian Agenda Kegiatan Bulan Maret 2025.

Dengan anggaran yang lebih terbatas, DPRD Trenggalek berupaya mengevaluasi kebijakan terkait pelaksanaan kunker. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengutamakan kunjungan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang relevan dengan kebutuhan.

“Sempat ada perdebatan jadwal kunker ada dua opsi, tetap keluar daerah atau difokuskan di OPD lokal. Tapi teman-teman sudah sepakat untuk mengutamakan OPD-OPD,” jelas Doding, Kamis (6/3/2025).

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kunker adalah mencari referensi kebijakan yang dapat diterapkan di Trenggalek. Jika berkaitan dengan pendapatan daerah, maka kunjungan akan diarahkan ke OPD yang menangani sektor tersebut.

Pihaknya juga tidak memungkiri bahwa Yogyakarta masih menjadi pilihan utama karena dinilai memiliki banyak referensi dalam pengelolaan pemerintahan.

“Jogja sering jadi tujuan karena ada banyak OPD yang bisa dijadikan tempat studi banding,” tambahnya.

Menurut Doding, kunjungan kerja bukan sekadar perjalanan dinas, tetapi bagian dari upaya memperkaya wawasan para anggota dewan dalam menyusun kebijakan daerah.

“Saat menentukan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), kita harus memiliki referensi yang cukup, terutama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah
Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi
Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati
Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3
Jadwal DPRD Trenggalek di Bulan Puasa Terbatas, Banmus Hanya Akan Fokus Ranperda dan LKPJ
Agenda DPRD Trenggalek di Bulan Ramadan Fokus Bahas Raperda

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Senin, 30 Maret 2026 - 15:01 WIB

Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos

Senin, 9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:06 WIB

Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati

Berita Terbaru