RagamWarta.com – DPRD Trenggalek menambah anggaran untuk penanganan kekeringan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak, termasuk menambah armada tangki air di sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air.
Pembahasan APBD Perubahan Trenggalek 2026 dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembahasan ini merupakan tindak lanjut koordinasi masing-masing komisi DPRD dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kebutuhan dan program yang perlu disesuaikan dalam perubahan anggaran.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, penanganan kekeringan menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian dalam pembahasan APBD Perubahan.
Anggaran yang tersedia di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan ditambah agar distribusi air bersih kepada warga terdampak dapat diperluas.
“Untuk penanganan bencana kekeringan, kita tambahkan anggaran yang sudah ada di BPBD. Nantinya tangki air bisa diperbanyak, termasuk untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Doding, Senin (7/9/2026).
Menurut Doding, kebutuhan penanganan kekeringan tidak hanya mencakup biaya operasional armada tangki.
Pemerintah daerah juga perlu menyediakan anggaran untuk pengadaan air bersih dari Perumda Air Minum maupun sumber lainnya guna memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang mengalami kekurangan air.
Karena itu, Banggar DPRD Trenggalek bersama TAPD membahas tambahan anggaran sekitar Rp86 juta untuk mendukung penanganan kebutuhan tersebut.
Selain persoalan kekeringan, DPRD Trenggalek juga memberikan perhatian terhadap optimalisasi belanja infrastruktur dalam APBD Perubahan 2026.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah program di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
DPRD ingin memastikan program infrastruktur yang tetap masuk dalam APBD Perubahan dapat segera dilaksanakan dengan mempertimbangkan sisa waktu pada tahun anggaran 2026.
Program yang dinilai tidak memungkinkan diselesaikan tepat waktu akan dievaluasi agar tidak menimbulkan beban anggaran.
“Kita ingin anggaran dalam perubahan ini semuanya bisa dieksekusi. Kalau ada kegiatan yang rentan molor karena waktunya mepet, akan kita coret.
Pemantapan sudah kita laksanakan di Banggar dan insyaallah besok sudah siap untuk diparipurnakan,” ujar Doding.
Pembahasan APBD Perubahan Trenggalek 2026 diharapkan dapat menghasilkan penyesuaian anggaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
Penanganan kekeringan, pemenuhan air bersih, serta percepatan pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari prioritas yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan pelaksanaan hingga akhir tahun.
Dengan penambahan anggaran tersebut, DPRD Trenggalek berharap pelayanan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan dapat diperkuat sekaligus memastikan belanja daerah dalam APBD Perubahan 2026 dapat direalisasikan secara efektif.






