TRENGGALEK, RagamWarta – Penyusunan anggaran yang bakal direfocusing di tahun 2021 ini sedikit demi sedikit sudah mulai tertata. Hal itu sesuai yang diterangkan oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat usai buka Muskab Kadin kemarin.
Menurut Bupati Trenggalek pihaknya sudah melakukan skema pembagian agar pemangkasan tidak disama ratakan. Artinya pemangkasan pada setiap Organisasi Perangkat Daerah tidak akan disamakan.
Baca juga : Keberatan Refocusing ADD, Dewan Trengggalek Bakal Kawal Aspirasi Hingga Ke Bupati
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengacu pada keterangan Mochamad Nur Arifin, bisa dijabarkan bahwa ada OPD yang anggarannya di pangkas sedikit dan ada OPD yang anggarannya di pangkas cukup banyak.
Indikator tersebut diambil dari aspek daya guna masyarakat. Dengan tidak disamaratakannya pemangkasan APBD, diharapkan program yang benar-benar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat bakal tetap utuh, tak dipotong.
Baca juga : Buka Muskab Kamar Dagang dan Industri, Bupati Trenggalek Minta Kadin Terpilih Bisa Bawa Aspirasi
Dengan demikian ekonomi masyarakat bisa pulih dan perekonomian rakyat ikut meningkat. Dari sekian banyaknya OPD yang ada di Trenggalek, ada satu OPD yang anggarannya dipotong paling banyak, dan itu adalah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.
Dikpora Trenggalek harus legowo pos anggarannya di potong kurang lebih 60 persen untuk penanganan Covid-19. Karena mengingat pembelajaran tatap muka juga masih belum intens di semua jenjang pendidikan.







